Perang cyber masih terus berlanjut. Situs kepolisian Australia
atau Australia Federal Police (AFP) diketahui tumbang. Diduga kuat situs
tersebut menjadi korban serangan hacker.
Salah seorang anggota kelompok hacker Anonymous Indonesia mengklaim bertanggung jawab atas serangan cyber yang menimpa situs kepolisian Australia. Selain situs kepolisian, hacker Anonymous Indonesia juga mengerang situs Reserve Bank.
Mereka memposting serangkaian pesan di Twitter setiap kali berhasil menyerang situs. Salah satunya pesan di bawah ini.
rba.gov.au
Down By #IndonesiaCyberArmy | #AnonymousIndonesia | #BorneoCyberTeam |
#OpGovAu twitrpix.com/cc5u7— ./BCT_48 (@MD_JKT48) November 20, 2013Pihak
AFP dan Reserve Bank sendiri telah mengkonfirmasi bahwa situs mereka
diserang tadi malam. Namun mereka mengklaim bahwa hacker tidak berhasil
mendapatkan akses ke data-data penting.
Serangan ini terjadi di
tengah panasnya hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia, yang
dipicu oleh adanya dugaan aksi penyadapan telepon yang dilakukan badan
intelijen Australia kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istri dan
sejumlah menteri.
Hingga berita ini diturunkan, Kamis (21/11/2013) pukul 12.17 WIB, situs kepolisian Australia masih down
dan belum bisa diakses. Komisaris Polisi Federal Australia Tony Negus
mengatakan saat ini pihaknya masih menginvestigasi serangan itu.
Menurutnya
memang ada upaya serangan yang berusaha menyasar website mereka pagi
ini dan sedang ditangani. "Saya tidak yakin siapa pelakunya tapi kami
sedang menyelidiki hal itu," ucapnya yang dikutip dari ABC News.
Pihak
kepolisian Australia menyikapi ancaman itu sangat serius dan
memperingatkan bahwa hacking adalah sebuah kegiatan kriminal. Mereka
juga menegaskan bahwa tidak ada informasi sensitif di-host di situs
mereka.
Di lain sisi, Reserve Bank telah mengkonfirmasi situsnya mengalami serangan distributed denial of service (DDoS) pada jam 2 pagi tadi. Mereka telah melakukan langkah-langkah perlindungan dan menjamin bahwa sistem bank tetap aman.





